bencana di kota perantauan

Jakarta Banjir bandang di Kota Padang secara umum telah surut. 10 orang yang sempat dinyatakan hilang juga telah berhasil ditemukan.

"10 orang yang sebelumnya dinyatakan hanyut tadi malam telah ditemukan di daerah Limau Manis dalam kondisi selamat. Sedangkan 2 perahu nelayan yang saat kejadian tidak berhasil merapat ke darat, saat ini sudah bisa merapat dengan selamat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Rabu (25/7/2012).
http://media.ohlog.com/abypradana_banjir-bandang-1.jpg
Beberapa daerah masih digenangi air. Antara lain hilir sungai Lubuk Kilangan sampai ke Ujung Tanah, Seberang Padang, Batang Anai, sungai Kurao Pagang, perumahan di Banda Gadang Gunung Pangilun, dan bantaran hulu sampai hilir Sungai Batang Kuranji meliputi daerah Limau Manis, Kuranji, Siteba.

"Diperkirakan 50 unit rumah penduduk masih terendam di Batang Arau, 50 unit rumah terendam di perumahan Indah Pratama -Balai Baru, 1 unit mobil hanyut, 1 unit tanggul saluran irigasi di Kuranji jebol. Pendataan masih dilakukan," kata Sutopo menyampaikan data sementara kerusakan akibat banjir bandang yang berlangsung sejak Selasa (24/7) kemarin.

Semalam jumlah korban banjir bandang yang berada di pengungsian diperkirakan mencapai 1200 jiwa yang dibagi di dua titik penggungsian yaitu di Kecamatan Limau Manis dan Kecamatan Bandar Gadang. Sebagian masyarakat telah kembali ke rumahnya.

"Untuk penanganan pengungsi tersebut BPBD Provinsi Sumatera Barat telah memberikan bantuan logistik berupa: sarung 500 lembar, tikar 500 lembar, makanan siap saji 500 kaleng serta nasi bungkus untuk keperluan makan sahur pengungsi sebanyak 1.000 bungkus," paparnya.

Tim penanggulangan bencana gabungan dari BPBD Sumbar, BPBD Kota Padang, SAR Kota Padang, Tim Pemadam Kebakaran Kota Padang, Dinas Kesehatan setempat serta jajaran PLN dan Kepolisian hingga saat ini masih berada di lokasi untuk penanganan darurat.

"BPBD juga telah melakukan pengiriman logistik ke lokasi, yaitu berupa makanan, nasi bungkus, air mineral, dan tenda-tenda pengungsian," tutupnya.